Kisah Serba-Serbi

Dalam beberapa waktu ini, saya telah mengunjungi beberapa daerah di Indonesia. Kebanyakan dari perjalanan itu merupakan urusan pekerjaan sebagai konsultan. Dalam setiap perjalanan itu saya selalu berusaha menyempatkan untuk mencari pengalaman baru di daerah di luar urusan pekerjaan. Walau harus kadang mengorbankan kesempatan untuk istirahat, saya lebih memilih berjalan-jalan ataupun berbincang dengan orang-orang setempat. Di beberapa perjalanan saya sering menemukan kisah-kisah menarik. Kisah-kisah yang kadang membuat tertawa namun kadang kagum. Dan dalam kesimpulan akhir saya, sering kalimat ‘inilah Indonesia’ menjadi penutup dalam pikiran saya.

Misalnya saja ketika di Merauke. Ada kejadian unik di daerah perbatasan antara Indonesia – PNG. Di daerah ini keberadaan sinyal untuk hp sangat sulit. Jadi para petugas perbatasan sering tidak dapat berkomunikasi dengan keluarga mereka di kota. Nah, ketika itu ada petugas yang akan kembali ke kota. Para petugas perbatasan yang lain tiba-tiba mengerumuni petugas yang hendak berangkat tadi. Mereka semua memberikan hp nya kepada si petugas. Saking ramainya yang memberikan hp, kepala dinas perbatasan heran dan bertanya, ‘Ini ada apa titip hape?’. Mereka kemudian berkata bahwa mereka tidak bisa berkomunikasi dengan keluarganya. Jadi mereka menuliskan sms (kadang sangat banyak) dan menitipkan hp nya kepada rekan yang akan ke kota. Kemudian ketika sinyal hp sudah cukup baik di kota, maka sms tersebut akan terkirim. Ketika ursannya sudah selesai, maka si petugas akan pulang ke perbatasan dengan membawa balasan sms dari keluarga rekan-rekannya.

SONY DSC

Anak-anak di Merauke

Kali ini kisah tentang dedikasi pria sederhana di salah satu desa di Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Kami ke daerah ini untuk urusan pekerjaan mengenai air minum yang dikelola oleh masyarakat. Pak Simbu ini sudah menjadi pengurus air minum yang melayani 68 KK sejak 2005. Kami kemudian mengadakan tanya-jawab dengan bapak ini dalam bahasa Indonesia.

SONY DSC

Pak Simbu

Namun karena kurang sreg dan tidak bisa mengeluarkan uneg-unegnya dengan bebas dalam bahasa Indonesia, ia kemudian berbicara dengan salah satu petugas PDAM yang menemani kami dalam bahasa daerah. Kemudian sambil tertawa petugas itu mengatakan bahwa Pak Simbu ingin bercerita dalam bahasa daerah saja, nanti ia yang akan menjadi penerjemah. Dalam hati ini berkata, “wah ini sesama Indonesia saja pakai penerjemah”. Pak Sinbu kemudian menceritakan semua uneg-unegnya. Walau dalam kesepakatan bahwa pengurus akan mendapatkan honor, namun sering sekali tidak mendapatkan (mengambil) honornya. Masyarakat di sini akan langsung cepat protes ketika air minumnya bermasalah, misalnya jaringan putus atau kotor. Namun ketika diminta untuk membayar iuran, maka mereka akan tersenyum saja, tapi tidak mau membayar. Mereka sering beranggapan bahwa itu air alam, jadi harusnya gratis. Padahal iuran tersebut digunakan untuk merawat jaringan airnya. Untuk menutupi kekurangan biaya perawatan, maka pengurus sering mengambil dari honornya, bahkan dari kantong sendiri. Masa jabatan pengurus air ini juga harusnya akan dibuat bergilir. Namun tidak ada masyarakat yang mau, jadilah Pak Sinbu dan 4 rekannya menjadi pengurus sampai sekarang.

Kali ini tentang perjalanan di Sumatera Barat. Yang unik dari perjalanan ini adalah soal angkutan umumnya. Padang mungkin bisa dijadikan ‘role model’ angkot gaul. Banyangkan saja angkot-angkot yang memenuhi jalan dimodifikasi sangat cantik. Lengkap dengan interior dan soud systemnya. Tidak tanggung-tanggung, biaya modifikasi bisa puluhan juta dan bahkan ada yang lebih mahal dari harga mobilnya sendiri. Masyarakat di sini pun jadi turut menikmati layanan ini. Bahkan ibu-ibu lebih memilih angkot dengan sound system terbaik untuk dinaiki.

SONY DSC

Angkutan umum di Padang

Namun, ada juga kisah tentang transportasi yang cukup tidak baik di daerah sini. Dalam perjalanan Padang – Solok. Waktu saya dan rekan saya memilih menggunakan angkutan umum bertipe elf ini untuk perjalanan selama 2 jam. Kami sebenarnya meminta tukang ojek mengantar ke tempat rental mobil, tapi diantar ke terminal umum😀 . Jadilah kami naik kendaraan umum ini. Penumpangnya cukup banyak. Di sebelah supir ada 2 gadis cantik (belakangan saya tahu bahwa memang penumpang di depan sering sekali perempuan. Kalau ada yang pria (atau ibu-ibu) yang mau duduk di depan sering kali diberitahu sudah ada penumpang, walaupun kursinya masih kosong. Katanya sih biar semangat, hahaha). Interior di dalam juga tidak kalah dari angkot di Padang. Namun yang sialnya adalah cara mengemudinya. Jalan Padang – Solok adalah tipe khas jalan pegunungan, berkelok-kelok dan kadang ada tikungan tajam. Di sepanjang perjalanan si pengemudi tampak terbakar emosinya ketika ada rekan lainnya yang mendahului dia. Jadilah adu balapan di jalan gunung. Namun tiba di suatu tikungan tajam, si pengemudi tampak tidak bisa mengendalikan laju mobil. Si pengemudi melempar badan mobil ke kiri jalan, ke bagian yang ada tembok tanahnya. Jadilah kami menabrak tembok tersebut. Beruntung saya tidak terluka (pakai jurus karate sih menendang besi di depan saya, hahaha) dan rekan saya hanya terluka sedikit (namun sangat shock karena baru beberapa bulan sembuh dari kecelakaan yang lebih parah lagi). Namun, ada beberapa penumpang yang terluka cukup parah dan sangat histeris. Beruntung semua dibawa ke RS dan biaya nya ditanggung pihak angkutan. Pulang dari Solok menuju Padang, kami akhirnya memilih menyewa kendaraan pribadi. Dan selama perjalanan supirnya banyak bercerita tentang angkutan umum itu (karena dia mantan supir di angkutan umum itu dan cukup disegani setelah keluar). Memang sudah banyak kejadian seperti itu, namun supirnya tidak kapok juga (kadang supirnya dibabani target untuk bisa menempuh jarak itu kurang dari 2 jam).

20120425_131453

Interior Angkutan Padang – Solok

Masih banyak cerita-cerita yang mau aku tuliskan. Mulai dari layanan tidak ramah dari salah satu hotel di tepi Danau Toba sampai layanan tidak profesional dari pramugari lokal perjalanan rute Kupang – Maumere. Dari kisah supir mobil rental yang profesional di Jawa (yang menyediakan kabel charger hp untuk pemakaian di mobil utk kami sampai puluhan keping CD musik dari berbagai genre untuk kami pilih menemani perjalanan). Dan kisah-kisah dari tanah Borneo seperti iri pembangunan di perbatasan dan kisah banjir di Sangatta yang sangat berbahaya, bukan karena kecelakaan ataupun genangannya yang dalam, tapi karena ketika banjir maka buaya-buaya berkeliaran (Buaya Sangatta terkenal di Kalimantan Timur sangat besar). Namun, lain kali saja ya😀 atau sebenarnya saya hanya ingin mengatakan, silahkan jelajahi saja Indonesia yang sangat kaya ini.

5 thoughts on “Kisah Serba-Serbi

  1. Hai, Salam kenal🙂

    Tulisan yang bagus. Ya, selalu ada kisah unik dari tempat-tempat di Indonesia terutama daerah perbatasan. Mulai dari cerita ketika mereka lebih memilih berbelanja di negeri tetangga dari pada di kecamatan karena jaraknya yang lumayan, sampai beraneka ragam kebudayaan. Membaca tulisan ini saya jadi berkeinginan untuk dapat mengunjungi berbagai tempat di Indonesia dan mendengar berbagai kisahnya. =)

    Salam ^^

    1. Hai, salam kenal juga.
      Terimakasih sudah mampir dan membaca blog nya. Ya, menjelalah Indonesia gak ada ruginya kok, hehehe. Sudah jalan2 ke mana aja? Silahkan dilihat-lihat juga tulisan yang lain. Mohon kritikan dan sarannya🙂

      1. Saya masih mahasiswa. Belum banyak menjelajah. Hehe. Tapi pernah dapat kesempatan KKN di daerah perbatasan di Kalimantan. Tepatnya di salah satu desa di kab. Sintang. Pernah kesana?
        Itu saja bagi saya sudah sangat berkesan. Apalagi bisa ke tempat2 yg lain🙂
        Yaa, saya tunggu tulisan2 yang lain yaa =)

  2. Saya masih mahasiswa. Belum banyak menjelajah. Hehe. Tapi pernah dapat kesempatan KKN di daerah perbatasan di Kalimantan. Tepatnya di salah satu desa di kab. Sintang. Pernah kesana?
    Itu saja bagi saya sudah sangat berkesan. Apalagi bisa ke tempat2 yg lain🙂
    Yaa, saya tunggu tulisan2 yang lain yaa =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s