Kali ke dua ke NTT: Maumere

Ini kunjungan saya yang ke dua ke NTT. Namun kali ini saya ke lokasi yang berbeda dengan yang sebelumnya, yaitu ke Maumere di Pulau Flores. Perjalanan ke Maumere ditempuh dengan pesawat kecil berkapasitas 40 orang. Bandara di Maumere diberi nama Frans Seda. Beliau salah satu tokoh ekonomi bangsa, putra daerah.

Ini pemandangan di landasan pacu bandara Frans Seda.

Daerah ini merupakan daerah pesisir yang sangat berpotensi untuk wisata bahari selain sebagai daerah penghasil ikan yang berkualitas baik. Daerah ini hanya belum dibenahi saja secara maksimal saja.

Sore hari di pantai di Maumere. Saya lupa di mana tepatnya😀

Dan saya lupa nama gunung ini, padahal sudah saya tanya kepada penduduk😀. Tampaknya saya harus mencatatnya.

Di pulau ini juga ada keajaiban alam lainnya yaitu Gunung Kelimutu. Lokasi gunung ini bisa dicapai lebih kurang 3 jam perjalanan dari Maumere. Pemandangan paling cantik gunung ini adalah pada saat matahari terbit. Dengan niat mendapatkan gambar yang baik maka kami berencana berangkat pada pkl 2 pagi, namun apa daya, kami berangkat pkl 4 pagi. Jadi momen terbaiknya hilang.

Dalam perjalanan ke sana, tepatnya di Ende, saya mengambil foto matahari terbit dari balik bukit. Lumayan sebagai pengganti rasa kecewa karena tau pasti terlambat ke Gunung Kelimutu.

Kami sampai di Gunung Kelimutu sekitar pkl 06.30. Di pintu masuk kita harus membayar tiket masuk dengan harga yan menurut saya murah dan cukup unik karena membawa kamera dikenakan biaya. Harga ini sangat murah dibanding harga tiket masuk ke Tangkuban Perahu dan Kawah Putih di Jawa Barat dengan pemandangan yang masih kalah dibandung Gunung Kelimutu.

Penunjuk jalan di sini sangat ramah. Setiap kami bertemu, mereka selalu menawarkan senyum dan menyapa selamat pagi. Dan dengan logat khas timur, mereka berkata “Bapak kenapa terlambat? tidak melihat matahari terbit e? ”

Dan memang, pemandangan di sini kalau sudah agak siang jadi tampa ‘biasa’ saja. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu. Kelimutu merupakan gabungan kata dari “keli” yang berarti gunung dan kata “mutu” yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.

Danau atau Tiwu Kelimutu di bagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna – warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau “Tiwu Ata Polo” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau “Tiwu Ata Mbupu” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.

Ini foto bukit tempat kita bisa menatap ke tiga kawah.

Memang keterlambatan membuat kami kehilangan momen yang canti. Mungkin ini juga alasan biar ada waktu untuk kunjungan berikutnya😀. Untuk tidak terlambat, sangat disarankan untuk menginap di suatu tempat namanya Moni. Tempat ini hanya sekitar satu jam perjalanan dari Gunung Kelimutu. Mudah-mudahan menginap di tempat ini tidak terlambat juga.

2 thoughts on “Kali ke dua ke NTT: Maumere

    1. Thanks Lisa, but i’m sorry, the story in my
      language, Indonesia.
      I’ve seen your blog, it was a fantastic work. Maybe I need to learn a lot from you about photography.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s