Curhat

ditulis tahun 2009

Gambar pada salib paskah itu belum lengkap. Itu yang terlintas di pikiranku melihat salib dari GKI (Gereja Kristen Indonesia) jalan Maulana Yusuf sebagai kenang-kenangan perayaan Paskah. Gambar perjalanan Yesus masuk ke kota, mengadakan perjamuan dengan muridnya, berdoa di taman, dihakimi, memikul salib, disalibkan dan bangkit dari kematian. Gambar ditempel dengan stiker yang dibagikan satu demi satu setiap ibadah minggu sebelum Paskah. Namun ada stiker pada salib milikku yang tidak lengkap. Gambar itu adalah  gambar Yesus berdoa di taman. Ya, Yesus-pun berdoa. Kenapa Yesus berdoa? Lama aku merenung akibat gambar ini. Dan aku tiba pada kesimpulan sendiri yaitu pergumulan Yesus berat dan Ia butuh teman untuk mencurahkan semua isi hati-Nya. Dia meminta pertolongan serta arahan dari Bapa, dan menyerahkan semuanya pada kehendak Bapa. Doa itu curahan hati-Nya.

Ada fenomena di persekutuan di mana kita lebih banyak adalah curhat—atau bahasa persekutuannya sharing—kepada teman, kakak PA, ataupun saudara PA dibandingkan berdoa. Mungkin fenomena ini terjadi karena kita sudah kurang bersandar pada jawaban doa yang tampak lamban dan susah untuk dicerna, sementara jawaban dari curhat dengan teman tampak nyata dan langsung serta bisa dicerna dengan indera kita. Kita tampak tergantung pada kelegaan sesaat yang diberikan oleh curhat kepada teman. Tetapi teman tempat kita curhat adalah manusia yang hanya menggunakan indera dan rasa.

Teman, kita sebenarnya punya teman curhat yang lebih baik dan yang  mengenal kita sampai ke dasar hati. Bapa di Surga punya “indera” yang lebih dari manusia. Dia akan menjadi penasihat yang bijak. Tuhan punya telinga yang peka untuk semua cerita kita. Tuhan punya mata yang melihat kita bukan secara fisik seperti indera manusia. Bapa punya hati yang meneduhkan kita. Meskipun kita tidak tahu kapan dan bagaimana Bapa akan menjawab curhat kita, tapi jawaban Tuhan itu pasti dan mendewasakan.

Teman-teman, curhatlah kepada Bapa terlebih dahulu tentang semua persoalanmu. Bawalah curhatmu dalam doa dan perenunganmu. Percayakah teman-teman bahwa doa itu adalah anugrah dari Allah? Doa itu pemberian temanku. Doa itu menunjukkan anugrah pada manusia bahwa Allah masih mau berhubunan dengan manusia. Doa itu upaya menangkap maksud dan tujuan Allah dalam hidup kita. Doa itu adalah upaya untuk menangkap denyut belas kasih Allah. Maka teman- teman, berdoalah.

One thought on “Curhat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s