Surat untuk Tuhan yang sering kali aku khianati

Maaf takkan pernah cukup atas apa yang sudah aku lakukan terhadap Mu Tuhan. Beribu kesalahan sudah aku gores dalam lembar-lembar perjalanan di tahun 2011 ini. Aku dengan kedegilan yang luar biasa sering mengabaikan nasehat dan perintahmu. Aku dengan sekenanya juga telah menuliskan apa yang aku ingin dalam lembaran itu. Aku, yang dulu meminta tangan Mu lah yang menuliskan rencana di tahun ini, di akhir tahun 2010, juga dengan angkuh mengabaikannya. Sungguh, tak layak lagi aku meminta engkau menuliskan rencanaku, rencana Mu terlalu baik bagiku.

Tuhan, jelas banyak pelajaran hidup yang aku terima dalam tahun ini. Engkau yang memberikan kesempatan bagiku untuk menyelesaikan kuliah, menerima gelar sarjana, menerima pelajaran untuk menjadi seorang kekasih, tapi juga menerima kenyataan bahwa diriku masih seorang penjahat.

Firman Mu yang menjadi ketetapan pun dengan gampangnya menjadi pemanis di bibirku, di setiap kata yang tertupah dari mulutku. Firman MU begitu jelas, dengan apa seorang muda menjaga hati dan pikirannya tetap tulus, yaitu dengan menjadikan firman Mu pedomannya. Sungguh, aku begitu jauh dari laku sesuai firman Mu. Pagi aku menerima wejangan Mu, siang aku melupakannya, malam merenggutnya dari ku. Sungguh, daging ini terlalu lemah, dan roh ku belum benar-benar taat.

Di masa tahun 2011, Kau memberiku tanggung jawab baru, menjadi seorang sarjana. Dilepas dengan sebuah upacara yang mengantarku pada pengabdian kepada masyarakat, kau menitipkan tugas dan panggilanku. Sudah berbulan ku jalani hidup dengan gelar ini, banyak harapan yang dituntut, namun, kusia-siakan hanya dengan bermalasan. Ku nikmati masa-masa aku begitu luang, kunikmati kenyamanan ini, namun tak ada hasil yang aku tuai. Berat, namun Kau sudah menjanjikan menanggungnya, namun dengan angkuh aku berkata, aku bisa Tuhan, aku bisa sendiri, tanpa kusadari aku masih merangkak. Engkau titipkan berbagai persoalanan bangsa ke dalam pekerjaan ku. Ku harap dengan angkuh aku bisa mengerjakannya, aku malah banyak mengacaukannya. Aku tak berbuat semesti apa yang diimpikan bangsa ini. Aku masih gagal. Aku mau menitipkan bebannya kepada Mu Bapa, sebab tak kuat aku sendiri. Engkau yang membuat keputusan bagiku dan pekerjaanku.

Di masa ini juga Kau sempat menitipkan bagiku seorang kekasih. dulu, dengan sombong aku minta kepadamu, bahwa aku sudah siap untuk menjalin relasi, aku sudah mampu. Engkau menggodaku. Kau titipkan, kau biarkan aku merasai kedunguanku, kebodohanku, ketidaktaatanku, yang membuat Engkau, dia dan aku terluka. Kami tau bahwa diri Mu lah yang paling kecewa. Sudah berulang kami meminta ampun, berulang pula kesalahan kami. Kini aku sadar, belum saatnya. Aku ingin Kau yang mengatur waktunya Bapa, dan menitipkan siapa yang menjadi pilihan Mu.  Aku mau belajat taat dan tunduk.

Kelakuanku tak ubah binatang. Sering bertindak tanpa pikir yang sudah jelas Kau tempatkan padaku. Tanpa rasa yang juga Engkau tanam dalam jiwaku. Aku, masih jauh dari karakter murid yang Kau sudah tetapkan. Aku masih terlalu sering jauh dari Firman Mu, aku terlalu sering tidak taat, aku terlalu sering mengabaikan Mu, aku terlalu sering mengkhianati Mu. Semua firman hanya hiasan pikir dan bunga dalam perkataan. Tertumpah begitu saja tanpa aku hidupi, tanpa aku amini.  Aku terlalu sering mempermainkan Mu. Padahal, dengan jelas Engkau katakan, Engkau tidak mau dipermainkan. Aku memang penjahat.

Tuhan, jelas rancanganku adalah rancangan manusia, terlalu duniawi. Tak layak lagi aku menulis rancangan untuk hidup ini karena aku selalu salah merencanakan dan gagal melaksanakan. Tuhan, aku titipkan lembar-lembar rancangan hidupku, ke dalam tangan Mu. Goreskan pena Mu dan tuntun aku melaksanakannya.

Tuhan, aku sangat lemah, aku terlalu sering menghianati Mu. Aku tak ingin lagi hidup dalam kekosongan ini. Berikan padaku terang Mu. Tuliskan padaku rancangan Mu.

Teriring Salam

Dari yang tak   ingin lagi menghianati Mu

2 thoughts on “Surat untuk Tuhan yang sering kali aku khianati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s