Menanti Pemimpin

Pada suatu masa ada sebuah ramalan tentang keadaan nusantara di suatu masa. Ramalan yang ditulis ratusan tahun lalu oleh seorang raja di Mataram bernama Prabu Jayabaya (1135-1159). Dia meramalkan akan datang satu masa penuh bencana, gunung-gunung akan meletus, bumi berguncang-guncang, laut dan sungai akan meluap. Ini akan menjadi masa penuh penderitaan. Masa kesewenang-wenangan dan ketidakpedulian. Masa orang-orang licik berkuasa dan orang-orang baik akan tertindas. Tapi, setelah masa yang paling berat itu akan datang jaman baru, jaman yang penuh kemegahan dan kemuliaan, jaman keemasan nusantara. Jaman baru itu akan datang setelah datangnya sang Ratu Adil, atau Satria Piningit.

Ramalannya kelihatannya begitu mengena dan bahkan masih diperhatikan banyak orang ratusan tahun setelah kematiannya. Bung Karno pun menggunakan ramalan ini sebagai ungkapan penantian. Dikatakannya bahwa rakyat senantiasa percaya dan menunggu-nunggu datangnya “Ratu Adil”. Hati rakyat yang menangis tak habis-habisnya menunggu-nunggu, mengharap-harapkan datangnya pertolongan. Sebagaimana orang yang dalam kegelapan, tak berhenti-berhentinya menunggu-nunggu dan mengharap-harap kapankah Indonesia akan bangkit?

“Ratu Adil” atau Satrio Piningit sebagaimana dimaksud dalam Jangka Tanah Jawa Prabu Sri Jayabaya tersebut digambarkan serba sempurna. Keadilan dan kebijaksanaannya bisa diterima semua kalangan.  Rakyat dan para pembesar dengan senang hati menerima segala keputusannya dan tunduk terhadap perintahnya.

Kondisi bangsa Indonesia saat ini tak jauh dari kondisi ramalan Jayabaya tersebut. Pejabat tinggi negara telah tersandera oleh kekuasaan uang dan para oligarki. Rakyat tidak menerima keadilan pembangunan dan keadilan keputusan. Rakyat sangat membutuhkan “Ratu Adil” di Indonesia yang memberikan pengharapan kepada rakyat.

Sifat-sifat yang ditunjukkan oleh Satria Piningit tersebut bukanlah sifat yang bukan mustahil. Berarti kita tidak menunggu untuk seorang turun dari khayangan untuk memimpin kita. Kita hanya perlu melahirkan pemimpin yang sedemikian rupa. Pemimpin yang memenuhi kriteria untuk menjadi ksatria.

Melihat nilai-nilai yang diajarkan dalam kekristenan, kehadiran pengikut kristus bisa menjadi jawaban atas kerinduan rakyat Indonesia. Orang Kristen yang menekuni kesalehan Yesus harusnya memilikir sifat-sifat Ratu Adil tersebut. Pengikut kristus yang sungguh bisa menjadi jawaban dari penantian rakyat akan pemipin yang berkualitas dan beroritentasi kepada rakyat. Rakyat Indonesia menyadari kebutuhan akan sosok pemimpin yang berintegritas. Pengikut Kristus tentunya sudah belajar hal itu semua dari sang Ratu Adil, Yesus.

Tahun baru ini tentunya memberi waktu sejenak bagi kita untuk bermimpi. Bermimpi akan datangnya masa keemasan Nusantara. Berdoa bersama-sama gereja untuk lahirnya pemimpin yang nantinya memerintah Indonesia ke dalam keadilan. Pemimpin ini bisa lahir dari kalangan kristiani dan gereja. Gereja harus menjadi jawaban atas mimpi rakyat Indonesia. Gereja harus menjadi tempat di mana anak-anak boleh belajar menjadi pemimpin. Gereja harus menolong anak-anak untuk mampu menyatukan antara apa yang diajarkan dan apa yang dilakukan. Dan itulah modal besar seorang pemimpin. . Dan gereja seharusnya menjadi tempat di mana pemimpin-pemimpin sejati dilahirkan.

Dalam setiap refelksi tentang lahirnya Pemimping Agung di hari Natal, umat Kristen juga harusnya mereflesikan sudah berapa banyak pemimpin yang lahir dari kalangan gereja untuk Indonesia. Gereja harus menjadi tempat di mana anak-anak boleh belajar menjadi pemimpin. Gereja harus menolong anak-anak untuk mampu menyatukan antara apa yang diajarkan dan apa yang dilakukan. Dan itulah modal besar seorang pemimpin. Dalam setiap refelksi tentang lahirnya Pemimping Agung di hari Natal, umat Kristen juga harusnya mereflesikan sudah berapa banyak pemimpin yang lahir dari kalangan gereja untuk Indonesia.

Pemimpin seharusnya memberikan keadilan dan memperjuangkan kebutuhan orang yang dipimpinnya. Kalimat pemazmur tadi memperlihatkan dengan jelas bahwa para pemimpinnya tak lagi memperhatikan kebutuhannya, sehingga dia langsung datang kepada Allah. Padahal, pemimpin adalah hamba Allah!
Pemimpin seperti ini sungguh dapat menjadi jawaban atas persoalan Indonesia. Seperti harapan dalam tahun baru, selalu ada hari yang lebih baik, selalu rakyat berharap lahir pemimpin baru yang cinta rakyat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s