Home

Kami berempat (angkatan 2006) sepakat untuk menuju pasar Balige sore itu sehabis mengikuti acara pengukuhan siswa baru dan suguhan pertunjukan seni di TB Silalahi Center. Tujuan kami cuma satu, menikmati mie Mak Riang yang sudah melegenda di kalangan anak asrama Yasop. Entah kenapa, rasanya tidak lengkap rasanya ke Soposurung-Balige kalau tidak menikmati semangkuk mie pedas ini. Dengan menggunakan moda legendaris -mobil sopo- itu kami tiba di Pasar Balige. Ketika memasuki gerbang pasar, tampak beberapa alumni muda, angkatan 2011 sedang menawar buah-buahan. Sambil sapa-menyapa, ternyata mereka baru saja menyelesaikan ‘laporan wajib’ ke warung mie Mak Riang. Tak mau ketinggalan kenikmatan khas pasar ini, kami bergegas menuju warung itu. Setiba di sana ternyata beberapa orang angkatan 2007 hampir menyelesaikan mangkuk mie kesekian mereka.

SONY DSC

Angkatan 2006

Sambil memesan mie, angkatan 2007 pamitan untuk kembali menuju asrama. Sambil menikmati mie pesanan ini, berbagai cerita-cerita masa sma mewarnai tema perbincangan di warung sederhana ini. Mangkuk mie pertama sudah habis dan kami lanjutkan untuk menambah pesanan mangkuk ke dua. Sebelum pesanan kedua tiba, tiba-tiba beberapa orang alumni tua :D (angkatan 90an) berdatangan. Dan berselang beberapa menit saja, rombongan alumni menengah :D (2000an awal) sudah tiba untuk menikmati rasa mie yang ntah sudah berapa lama tidak dinikmati ini. Jadilah acara reuni mendadak alumni Yasop di warung Mie Mak Riang.

SONY DSC

Angkatan 90an

SONY DSC

Angkatan 2000an

Warung ini langsung penuh dengan canda tawa para alumni Yasop karena masing-masing generasi punya selera yang sama, makan mie Mak Riang. Tentu saja, antar angkatan ini tidak janjian sama sekali. Sambil menikmati mie ini banyak tawa tersaji dari para senior, namun ada juga alumni yang tampak serius menatap mangkuk mienya sampai keringatan.

SONY DSC

SONY DSC

Ternyata sejak dulu, Mie Mak Riang sudah menjadi menu wajib anak asrama terutama hari minggu sepulang bergereja dan juga pesiar. Ramainya warung ini tentu saja berkah bagi sang pemilik warung namun mengundang iri warung yang lain. Namun, tentu saja bukan sekedar rasa yang para alumni ini cari, tapi kenikmatan kenangan ketika masa remaja. Padahal sebagian besar mungkin sudah pernah menikmati mie yang lebih enak, misalnya saja spagheti dari Italia itu. Tapi mie ini seperti punya cerita tersendiri. Sejujurnya, saya sendiri bingung mana mie Mak Riang yang asli, Hahaha.

SONY DSC

SONY DSC

Banyak cerita yang pasti hanya dialami oleh beberapa angkatan saja, namun banyak juga kenangan yang sama dari awal mula berdiri sampai sekarang, salah satunya adalah Mie Mak Riang. Mungkin jika ada reuni berikutnya, agenda makan Mie Mak Riang bisa dijadwalkan dengan mengundang Mak Riang ke asrama dan para alumni bisa makan sepuasnya :D . Namun, mungkin juga acara ini tak perlu resmi. Mungkin yang saya dan para alumni lain cari bukan sekedar menikmati rasa mie Mak Riang nya, tetapi juga suasana becek jalanan dan aroma pasar (yang menurut teman saya di Kemendag akan dijadikan pasar tradisional percontohan nasional tahun 2013) yang khas itu. Ya, berkunjung ke Soposurung memang tak lengkap kalau tak menyantap Mie Mak Riang :D

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s